auriNgoNpaiSte

Nott SunShiNe. Nott SoNNeNScheiN. Now auriNgoNpaiSte.

Plato, the Republic: Simile Cave

Posted by Madame Qikas on September 5, 2007

Hari ini, jem 4 pagi lewat beberapa menit, saya terbangun dari tidur. Yang pertama kali keinget di otak sih: OMG… gw belom baca Plato’s Simile Cave buat tutorial Western Art History hari inih… Tuhhannnnn~

Akhirnya, setelah mengucek mata dan senam gaya ulet sedikit, saya terbangun dan mengambil kopi Plato the Republic, yang cuma dikopi di bagian cover dan The Simile of the Cave-nya ajah…

Saya kira, saya bakal ngantuk –seperti biasa- pas baca ni lecture note. Tapi ternyata, lecture note ini bikin saya terjaga dan berhasil menyelesaikan semua halamannya dengan sukses –meskipun ada beberapa yang masih ga paham lantaran vocab inggris saya kurang :p-

Ntah kenapa, dosen saya si Lucy nyuruh membandingin hasil karya Plato sama film Box Office dunia: The Matrix. Sejujurnya sih, saya belom pernah nonton Matrix. Soalnya pas zaman film itu muncul, saya masih seorang anak lugu yang ogah nonton tu film lantaran kebanyakan adegan cium2 GeJe™ nya.

Awalnya sih agak heran. Apa maunya si dosen sejarah ini, kok nyuruh ngebandingin The Matrix yang umurnya blom genap sepuluh tahun dengan karyanya Plato yang udah sepuh?

Jawabannya sih… ada di perumpamaan yang digunakan Plato, Simile of the Cave, untuk menjelaskan perbedaan antara reality, imagination, dan reason. (ngomongnya hebat banget, padahal ngerti aja uda sukur :p)

Ada satu bagian dari Plato’s Simile of the Cave, Yang betul2 ngena buat saya. Berikut cuplikannya:

Plato:
“…The truth is that if you want a well-governed state you must find your future rulers some career they like better than government. For only then will you have government by the truly rich, those, that is, whose riches consist not of money, but of the happiness of the right and rational life. If you get, in public affairs, men who are so morally impoverished that they have nothing they can contribute themselves, but who hope some snatch of compensation for their own inadequacy from a political career, there can never be a good government. They start fighting for power, and the consequent internal and domestic conflicts ruin both them and society…”
Plato, The Republic: ‘The Simile of the Cave’

Di sini, saya ngerasa kalo si Plato amatlah benar, meskipun dia bukan Yang Maha Benar :p. Menurut saya sih, kalo aja Indonesia punya pemerintah, yang memerintah bukan karena pemerintahan itu sendiri fokus utamanya, dan nggak gontok-gontokan karena perebutan kekuasaan, maka kita bisa punya masyarakat, dan negara yang sejahtera. Karena fokus utama dari pemerintahannya bukan power, bukan reign. Tapi masyarakat, dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dan hal ini nggak berlaku semata-mata dalam Pemerintahan saja.

Oiya, satu lagi percakapan antara Plato dan muridnya, Glaucon, yang menurut saya juga menarik buat di-quote:

Plato:
“Who else, then, are we to compel to undertake the responsibilities of ruling, if it is not to be those who know most about good government and who yet value other things more highly than politics and its rewards?”
Glaucon:
“There is no one else.”
Plato, The Republic: ‘The Simile of the Cave’

Written by Nott De Nutt. *lagi bijak*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: