auriNgoNpaiSte

Nott SunShiNe. Nott SoNNeNScheiN. Now auriNgoNpaiSte.

Natt, I want to confess to you…

Posted by Madame Qikas on September 12, 2007

Yayayaya

Alkisah, di tengah malam buta, saya menuju gedung kampus saya yang jaraknya 5 menit dari kamar saya. Tujuannya?? Melakukan pelecehan terhadap Mac yang ada di open lab dunk. Mengotori keputihannya yang suci dengan jari-jari nakal saya. Memencet-mencet, memikit-mijit, menekan-nekan, lalu… halah.

Sebelum saya menuju open lab, terlebih dulu saya memberikan kunjungan ke loker saya, sekedar ngecek, siapa tau ada yang ninggalin ajakan kencan disana, kekekeke. Begitu saya sudah hampir mendekati daerah loker saya, saya melihat seseorang.

OMGWTFBBQFTW!!! Itu Zoe, temen skelas saya! Ngapain dia disini??

Info, Zoe ialah anak IndiCina yang amatsangat ganteng skali. Looks macho, with stubs, good body, great ass, very sexy. Nuff said.

Yayaya, wajar kalo saya napsu sama dia.

Lalulalu, merasa event ini ialah saat yang tepat untuk pdkt ke dia, saya nyamperin dia. Duduk di sebelah dia, dan ngajakin ngobrol.

It was a very pleasant conversation. We were talking together. Laughing. Very, very pleasing… Indra profesionalisme saya mengatakan, kalau malem ini, paling nggak saya bakal dapet satu pelukan dari dia, hohohoho… Kalau saya terusmenerus pedekate sama dia, bukan ga mungkin saya bisa, ehem….

Lanjut.

Kemudian kita keluar dari gedung kampus. Duduk di luar di sebelah air mancur gedung kampus saya. It was so romantic. Only me and him, the half full moon, the night, and two cigarettes…

Kita ngobrol2 lagi dunk. Kemudian ngobrol soal seks. Yes! I got him, just a lil bit push in here, and all done 😛

Kemudian dia terdiam, mengisap rokoknya dalam2, menghembuskan asapanya, lalu memandang mata saya.

“Natt…”

“He-eh?”

“I wanna confess to you about something…”

“Well, then say, hun” *excited, tapi disembunyiin*

“I am…” *dia megang tangan saya*

“Yes…?”

“I am… gay…”

JDEGERRRRRpluk *yayayaya, kalian tau suara apa ini..*

My world… was ended that second.

“Thank you. I dont know why I told this to you. I guess I just want to make myself calm. i have realized this, and I dont know how to say. I’m sorry have to say this to you.”

“It’s okay… pull yourself together, dude…”

Saya menepuk bahunya.

Sehabis itu, hujan gerimis tiba-tiba turun. (Ini bukan dramatisir, tapi emang turun ujan grimis beneran). Dia tersenyum pada saya, kemudian mengantar saya pulang ke kamar saya.

Sebelum dia pulang, dia memeluk saya, erat.

Okay, at least my intuition was right. I got a hug.

From a gay guy who I thought I could get him under the cover….

Advertisements

4 Responses to “Natt, I want to confess to you…”

  1. pengalaman pribadi mas?
    atau pengalaman orang yang di angkut kesini? ^^

    Natt reply
    Yayayaya, ceritanya itu pengalaman pribadi, bukan pengalaman tetangga sebelah. *hapus aer mata* tragis bukan? Kalau ini pengalaman tetangga sebelah, nama blognya bukan https://nottdenutt.wordpress.com, tapi http://tetanggasebelahnottdenutt.wordpress.com, kekekekeke 😛

  2. hayoo.. ada yang ketinggalan..
    kalo ngomong2 ttg sex mbok ya jangan terang2an… =P
    ya toh mas?
    ups, mbak.. ^^

    Natt reply
    Chop?? Lu kok salah terus nebak gender gw sih? Jelas-jelas gw hermafrodit aja gitu :p
    Kita ngomongin soal seks ga terang2an chop, tapi di deket air mancur, gelep-gelep, bisik-bisik, ehem… :p

  3. mintchocolate said

    Off topic comment (sorry, tp males nulis commentnya di entry lama XD)
    ‘Bout the Plato thingy….

    Waktu aku ambil mata kuliah Philosophy yg susahnya setengah mati karna banyak pake bahasa dewa dewi & harus banyak berandai2 yg nggak jelas (maklum lah, kapasitas otak jauh dr kapasitasnya otak Plato), that Simile Cave itu sering dibahas jg & si dosen jg pernah ngait2in dg film Matrix (walaupun seingetku bukan dlm pembahasan Simile Cave).
    Well, to make things a bit shorter…..
    Waktu itu aku cm nganggep Matrix itu cm film action hollywood aja. Entertaining but no more than that. Tp di akhir semester aku br sadar kalo sebenernya inti film itu deeper than just an action movie. Imho a must see bagi yg mungkin tertarik dg Philosophy =p

    Sesudahnya aku selalu bilang “We are indeed living in the matrix!”

    Sedikit on topic, pernah nonton film “The Next Best Thing” nggak?
    (Mudah2an bener itu judulnya). Yah…., intinya antara gay & (maybe? =p) straight girl masih bs terjadi some things XD

    -Nanil-

    Natt reply
    Huehehehe, kenapa waktu itu pas kita nonton Matrix malah ga terlalu menganggap ceritanya secara lebih mendalam? Kalo nyulik alasan temen sekelas saya: “that’s because Keanu Reeves. His acting was godamn lame…”. Kekeke, alasan yang maksud akal :p
    Wah mba >D Ora mau aku kalo sama pria gay O.o Sudah bekas belakang, huekekekekekek… Tetep cinta ma Florens >D Yayyyy!!
    Tapi….
    Masih sedieman ampe sekarang… *nangis*

  4. hoek mo bobo said

    *ngliad komen diatas*
    yeee…entuh pada nyamfah juga, emang bener negh disini tuh bener-bener ngrangsang buad disamfahin, huehuehue

    eh, kenafa pas dia nganterin kamu ke kamar ga kamu perkosa aja tuh cowo? khan mayan tuh?

    ow ya, natt! saia mo bobo dolo yak, soale uda pagi segh, uda jadwal saia buad bobo^^
    gd morning!

    Natt reply
    Wekss…. saya ga mau sama gay… udah bekas belakang >D Wakakakakaka 😆
    Lagian saya punya pengalaman kurang enak sama masalah pemerkosaan -.-
    Well, the past is past… Sekarang >D
    Waktunya cari sex mate baru
    ROFL
    Gut nacht…. errr, kayaknya lebih cocok guter morgen yah?? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: